20 pertanyaan kekristenan


20 Pertanyaan Kekristenan

Pertanyaan:

Salam Kasih dalam Kristus
Saya seorang Katolik dan sedang mendapatkan “serangan” pertanyaan-pertanyaan yang sulit dari seorang muslim.
Pertanyaan-pertanyaan itu adalah sbb:
Saya udah banyak baca injil, dan saya enggak mau menjabarkan keraguan saya dengan egois. so, Tolong tanyakan ke pendeta/pastur kamu ya tentang pertanyaan saya yg berkaitan dengan injil ini…
1. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu meng-kristen-kan umat Israel dimana ia menjalankan misi dan tugas keagamaannya…???
2. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia selama hidupnya hanya berkeliling di wilayah Israel saja, padahal manusia pada waktu itu sudah tersebar luas di seluruh penjuru bumi…???
3. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia melarang kedua belas muridnya untuk berdakwah ke negeri lain selain negeri Israel…???
4. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika tangan dan kakinya dipaku di tiang salib memohon pertolongan kepada Allah (Bapa)…???
5. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika hendak membangkitkan Lazarus dari dalam kubur di depan umat Israel memohon pertolongan kepada Allah (Bapa)…???
6. Jika Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, mengapa ia tidak mampu menyelamatkan dirinya dan kaumnya dari dominasi penjajah Romawi, tetapi malah ia diserahkan oleh penguasa Romawi (Pontius Pilatus) untuk disalibkan…???
7. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat…???
8. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia sujud menyembah dan memohon perlindungan kepada Bapa…???
9. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena kejadiannya sebelum Abraham, mengapa Yeremia yang juga mengalami kehidupan sebelum manusia tidak menjadi Tuhan…???
10. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir terlebih dahulu tanpa ayah, mengapa Adam yang lahir ke dunia tanpa ayah dan ibu tidak menjadi Tuhan…???
11. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perawan muda (Maria), mengapa Yohanes Pembaptis yang juga lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perempuan mandul yang tua bangka (Elisabet) tidak menjadi Tuhan…???
12. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia memiliki mukjizat yang mampu menghilangkan berbagai penyakit dan mampu menghidupkan orang mati, mengapa Musa yang memiliki mukjizat jauh lebih dahsyat dari Yesus tidak menjadi Tuhan…???
13. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia seorang Kristus (Mesias), mengapa kristus-kristus lain tidak menjadi Tuhan…???
14. Jika Yesus adalah Tuhan bagi ajaran Paulus, mengapa Yesus memerintahkan untuk menegakkan hukum Musa yang notabene bertentangan dengan ajaran Paulus…???
15. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu mempengaruhi umat Israel untuk mengikuti ajarannya, padahal ia lahir, besar, dan mati di tanah Israel? (Bandingkan dengan ahli hipnotis Tommy Raphael yang mampu merubah mempengaruhi manusia dalam waktu sekejap…!!!)
16. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia ketakutan menghadapi orang-orang Yahudi…??? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama…!!!)
17. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan Semesta Alam di depan umat Israel…??? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama…!!!)
18. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia diperintahkan oleh Allah (Bapa)…???
19. Jika Yesus adalah Tuhan menurut ajaran Paulus, mengapa Melkisedek yang memiliki kesetaraan dengan Yesus tidak menjadi Tuhan? (Jika Yesus adalah Tuhan, maka Melkisedek pasti Tuhan. Sebaliknya, jika Melkisedek bukan Tuhan, maka Yesus pun pasti bukan Tuhan).
20. Jika Yesus adalah Tuhan bagi umat Kristen, mengapa ia tidak pernah menurunkan satu kitab pun kepada umat Kristen sebagai pedoman hidup…???
Mohon bantuan Pak Stefanus atau Ibu Ingrid untuk menjawab.
Terima kasih. GBU
Albertus

Jawaban:

Shalom Albertus,
Berikut ini saya mencoba menanggapi pertanyaan- pertanyaan yang Anda tanyakan:
1. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu meng-kristen-kan umat Israel dimana ia menjalankan misi dan tugas keagamaannya?
Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia, namun keselamatan yang ditawarkan Yesus ini memerlukan juga tanggapan dari pihak manusia. Tuhan menghormati kehendak bebas manusia untuk menerima ataupun menolak tawaran tersebut. Fakta bahwa banyak orang (termasuk umat Israel) yang menolak untuk percaya kepada Kristus, tidak membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan; sebab kenyataan tersebut hanya membuktikan kekerasan hati manusia yang tidak mau menerima Dia. Hal kekerasan hati umat Israel ini sudah dinubuatkan dalam kitab nabi Yesaya, “Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.” (Yes 1:4)
2. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia selama hidupnya hanya berkeliling di wilayah Israel saja, padahal manusia pada waktu itu sudah tersebar luas di seluruh penjuru bumi?
Allah melaksanakan rencana keselamatan-Nya secara bertahap. Dimulai dari sepasang manusia Adam dan Hawa, dan kemudian bergenerasi kemudian, Allah membuat perjanjian dengan sebuah keluarga, yaitu Nabi Nuh dan keluarganya, lalu Allah membuat perjanjian dengan para Patriarkh (Abraham, Ishak, Yakub) yang menurunkan kedua belas suku Israel; lalu kepada Musa yang menjadi pemimpin bangsa Israel, yang dengan banyak generasi kemudian sampai kepada Yesus Kristus yang lahir sebagai seorang keturunan bangsa Israel, yaitu dalam garis keturunan Daud.
Yesus hidup di tengah- tengah umat Israel selama sekitar 33 tahun, dan memang mengajar di tanah Israel. Memang dalam masa hidup-Nya di dunia, fokusnya adalah kepada umat Israel (lih. Mat 15:24), karena Yesus merupakan penggenapan janji Allah kepada Abraham -bapa bangsa Israel- (Kej 17) di mana Allah telah berjanji akan mengangkat keturunannya, “Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat” (Kej 22:18). Oleh karena itu, memang Yesus datang sebagai Seorang dari bangsa Israel, untuk mengajar bangsa itu agar dapat melihat bahwa Ia-lah penggenapan janji Allah yang telah diberikan melalui perantaraan para nabi; dan bahwa melalui bangsa Israel inilah kemudian keselamatan akan sampai kepada segala bangsa.
3. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia melarang kedua belas muridnya untuk berdakwah ke negeri lain selain negeri Israel?
Tuhan Yesus tidak melarang keduabelas murid-Nya untuk mengajar ke negeri lain. Pada awalnya sebelum Kristus menyelesaikan misi-Nya, memang perhatian utama diberikan kepada bangsa Israel, namun setelah Kristus menyelesaikan misinya di dunia dengan sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga, maka Kristus justru memerintahkan para rasul-Nya untuk pergi mewartakan Injil ke seluruh dunia (lih. Mat 28:19-20, Kis 1:8).
4. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika tangan dan kakinya dipaku di tiang salib memohon pertolongan kepada Allah (Bapa)?
Topik ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik.
5. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika hendak membangkitkan Lazarus dari dalam kubur di depan umat Israel memohon pertolongan kepada Allah (Bapa)?
Doa Yesus kepada Allah Bapa sesungguhnya bukan merupakan doa meminta pertolongan sebagaimana doa manusia biasa kepada Allahnya; namun sebagai pernyataan Yesus kepada Allah Bapa agar melalui peristiwa Lazarus ini, Bapa menyatakan kepada orang banyak bahwa Yesus sungguh datang dari Allah Bapa, dan karena itu Ia mempunyai kuasa atas hidup dan mati. Nyatanya Bapa berkenan menyatakanNya, dan Yesus sungguh membangkitkan Lazarus dari kematiannya (lih. Yoh 11).
6. Jika Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, mengapa ia tidak mampu menyelamatkan dirinya dan kaumnya dari dominasi penjajah Romawi, tetapi malah ia diserahkan oleh penguasa Romawi (Pontius Pilatus) untuk disalibkan?
Yesus bukannya tidak mampu menyelamatkan diri-Nya dari hukuman salib; namun karena Ia sendiri memilih untuk menyerahkan nyawa-Nya untuk menyelamatkan umat manusia, dengan cara wafat disalibkan. Tentang hal ini sudah pernah dibahas di sini,silakan klik.
7. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat?
Tentang hal ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik.
8. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia sujud menyembah dan memohon perlindungan kepada Bapa?
Tentang mengapa Yesus berdoa sudah dibahas di artikel ini, silakan klik, lihat point III.
9. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena kejadiannya sebelum Abraham, mengapa Yeremia yang juga mengalami kehidupan sebelum manusia tidak menjadi Tuhan?
Yesus memang sudah ada sebelum Abraham (lih. Yoh 8:58); dan ini merupakan salah satu pernyataan Kristus yang menyatakan keilahian-Nya. Namun sepanjang pengetahuan saya, tidak ada ayat yang menyatakan bahwa Yeremia sudah ada sebelum manusia.
10. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir terlebih dahulu tanpa ayah, mengapa Adam yang lahir ke dunia tanpa ayah dan ibu tidak menjadi Tuhan?
Yesus adalah Tuhan bukan karena ia lahir sebagai manusia tanpa ayah. Namun sebaliknya, karena Ia Tuhan, maka pada saat Ia memutuskan untuk lahir sebagai manusia, maka Ia tidak membutuhkan benih ayah untuk menjadikan-Nya sebagai manusia. Sebelum lahir sebagai manusia, Yesus telah ada sebagai Sang Firman, yaitu Allah Putera, yang telah ada bersama- sama dengan Allah Bapa sejak awal mula dunia.
11. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perawan muda (Maria), mengapa Yohanes Pembaptis yang juga lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perempuan mandul yang tua bangka (Elisabet) tidak menjadi Tuhan?
Kelahiran Yohanes Pembaptis melibatkan benih dari ayahnya yaitu Zakaria. Justru karena kenyataannya bahwa saat menerima kabar malaikat, Zakaria sudah tua, dan menurut pemikiran manusiawinya sudah tidak mungkin lagi dapat memperoleh keturunan, maka ia mempertanyakan hal itu kepada malaikat itu (lih. Luk 1:18). Kabar dari malaikat itu mengatakan bahwa istrinya Elisabet akan melahirkan anak laki-laki, dan haruslah ia menamai anaknya Yohanes; dan Yohanes ini akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari kandungan ibunya (lih. Luk 1: 13-15). Namun tidak dikatakan bahwa Yohanes ini akan lahir dari Roh Kudus, dan tidak dikatakan bahwa Yohanes ini akan disebut Anak Allah. Lain halnya dengan perkataan malaikat kepada Bunda Maria, ketika ia menanyakan bagaimana mungkin ia yang perawan (“I know not man/ saya tidak bersuami”) dapat melahirkan seorang anak laki-laki. Jawab melaikat itu, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” (Luk 1:35)
12. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia memiliki mukjizat yang mampu menghilangkan berbagai penyakit dan mampu menghidupkan orang mati, mengapa Musa yang memiliki mukjizat jauh lebih dahsyat dari Yesus tidak menjadi Tuhan?
Sebab bukan Nabi Musa sendiri yang berkuasa untuk melakukan mukjizat itu, namun ia melakukannya atas nama Allah. Tuhan Yesus lebih besar dari Musa, karena Yesus melakukan berbagai mukjizat atas nama-Nya sendiri; Ia berkuasa mengampuni dosa manusia dan membangkitkan orang-orang dari kematian, dan mukjizat Yesus yang terbesar adalah Ia bangkit dari kematian-Nya, dan ini adalah tanda bahwa ia bukan manusia biasa, namun Ia adalah Allah. Perbandingan antara mukjizat yang dilakukan melalui perantaraan Musa dan mukjizat yang dilakukan oleh Yesus, dijelaskan sendiri oleh Yesus dalam Yoh 6:32-51. Roti manna yang diberikan kepada nenek moyang bangsa Israel pada zaman Nabi Musa merupakan makanan yang sifatnya sementara, sebab mereka semua telah mati; namun Roti Hidup yang diberikan oleh Kristus (yaitu Tubuh-Nya sendiri), adalah santapan surgawi, dan barangsiapa yang memakannya akan memperoleh hidup yang kekal. Nabi Musa tidak pernah menjanjikan keselamatan melalui dirinya, sebab misinya adalah menghantar umat Israel ke Tanah Terjanji (Kanaan), sedangkan Kristus menjanjikan keselamatan melalui Diri-Nya (sebab Yesus mengatakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh 14:6)), dan misi-Nya adalah menghantar semua orang yang percaya kepada-Nya kepada Tanah Terjanji yang sesungguhnya yaitu Surga.
13. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia seorang Kristus (Mesias), mengapa kristus-kristus lain tidak menjadi Tuhan?
Yesus adalah Tuhan bukan saja karena ia disebut Kristus (yang artinya yang diurapi). Namun karena Ia adalah Sang Firman Allah yang sudah ada sejak awal mula dunia, yang telah ada sejak semula bersama-sama dengan Allah; dan karena Firman itu adalah Allah sendiri (lih. Yoh 1:1). Oleh kebijaksanaan Allah dan sesuai dengan rencana Allah, Sang Firman ini kemudian masuk ke dalam sejarah manusia, dengan menjelma menjadi manusia, walaupun tanpa berhenti sebagai Allah, sehingga selama hidup-Nya di dunia, Ia sungguh Allah dan sungguh manusia. Tidak ada satupun nabi atau manusia lain yang menyamai Kristus ini.
14. Jika Yesus adalah Tuhan bagi ajaran Paulus, mengapa Yesus memerintahkan untuk menegakkan hukum Musa yang notabene bertentangan dengan ajaran Paulus?
Yesus datang untuk menggenapi dan menyempurnakan hukum Taurat yang diajarkan oleh Nabi Musa. Oleh karena itu Yesus mengatakan bahwa Ia tidak meniadakan bahkan satu iota ataus atu titikpun dari hukum Musa (lih. Mat 5:18); namun ia tidak mengatakan bahwa semua hukum itu harus digenapi dengan cara yang sama seperti yang disyaratkan oleh hukum Musa. Itulah sebabnya Ia mengajarkan hukum yang terutama yang mendasari seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi, yaitu hukum kasih (lih. Mat 22:34-40, Mrk 12:28-34, Luk 10:25-28). Ia juga mengatakan bahwa Ia adalah Tuhan atas hari Sabat (lih. Mat 12:8; Mrk 2:28; Luk 6:5); sehingga hari yang dikhususkan bagi penyembahan kepada Tuhan itu kini digenapi pada hari peringatan akan kebangkitan-Nya dari maut; yang menjadi puncak penggenapan rencana keselamatan Allah bagi manusia. Rasul Paulus dan para rasul lainnya hanya menyampaikan ajaran yang mereka terima dari Kristus; dan mereka mengajarkan hal itu kepada para penerus mereka dan kepada jemaat (Gereja).
15. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu mempengaruhi umat Israel untuk mengikuti ajarannya, padahal ia lahir, besar, dan mati di tanah Israel? (Bandingkan dengan ahli hipnotis Tommy Raphael yang mampu merubah mempengaruhi manusia dalam waktu sekejap…!)
Karena cara Tuhan tidak sama dengan cara manusia. Tuhan menghendaki agar manusia mengambil bagian di dalam rencana keselamatan-Nya, yaitu dengan bekerjasama dengan rahmat Allah yang menyelamatkan itu. Tuhan tidak menciptakan manusia untuk menjadi boneka untuk dikuasai dan dikendalikan. Hipnotis hanya bersifat sementara dan untuk sesuatu hal yang sifatnya tidak kekal, sedangkan keselamatan Allah bersifat kekal dan karena itu Allah mensyaratkan partisipasi dari pihak manusia agar ia dapat memperolehnya.
16. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia ketakutan menghadapi orang-orang Yahudi? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama…!)
Sepanjang pengetahuan saya, Tuhan Yesus tidak pernah ketakutan menghadapi orang-orang Yahudi. Jika di beberapa kesempatan Ia menghindar dari kerumunan orang Yahudi, itu disebabkan karena Ia mengetahui bahwa belumlah genap waktunya bagi-Nya untuk diserahkan ke tangan orang-orang Yahudi. Namun ketika Kristus mengetahui bahwa waktunya sudah genap, maka Ia sendiri menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap dan disalibkan (lih. Yoh 18:8), karena sudah menjadi kehendak-Nya untuk menggenapi apa yang menjadi kehendak Bapa (lih. Mat 26:42; Mrk 14:36; Luk 22:42).
Jika dikatakan bahwa Yesus ‘sangat ketakutan’ (Luk 22:44) sehingga mengeluarkan keringat seperti titik-titik darah, itu disebabkan karena kesedihan hati-Nya (lih. Mat 26:38; Mrk 14:34), karena saat itu Ia telah dapat melihat keadaan sengsara dan wafat-Nya yang akan dilaluinya keesokan hari-Nya, sementara hampir semua murid-murid-Nya meninggalkan Dia. Perasaan sedemikian adalah wajar dialami oleh manusia, jika ia dapat mengetahui saat dan bagaimana keadaan wafatnya. Yesus mempunyai perasaan dan pengetahuan tersebut, karena Ia adalah sungguh manusia dan sungguh Allah. Namun demikian, semua perasaan-Nya sebagai manusia tidak menghalangi kehendak-Nya untuk menggenapi rencana Allah Bapa, yaitu untuk menyelamatkan umat manusia dengan sengsara dan wafat-Nya di kayu salib. Permenungan tentang hal ini sudah pernah ditulis di sini, silakan klik.
17. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan Semesta Alam di depan umat Israel…??? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama…!)
Tuhan Yesus dengan berbagai cara menyatakan diri-Nya bahwa Ia adalah Tuhan, hal ini sudah pernah dibahas di sini, Kristus yang kita imani= Yesus menurut sejarah, silakan klik dan Yesus sungguh Allah sungguh manusia, silakan klik.
Sedangkan tentang topik Mengapa Orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan,silakan klik di sini.
18. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia diperintahkan oleh Allah (Bapa)?
Yesus adalah Sang Firman dan Kebijaksanaan Allah Bapa, maka apa yang menjadi kehendak Allah Bapa adalah sama dengan kehendak Kristus. Jika dikatakan bahwa Yesus memenuhi kehendak Bapa, itu disebabkan karena di saat penjelmaan-Nya menjadi manusia, Kristus Yesus adalah sungguh manusia, selain juga sungguh Allah; dan dalam kemanusiaan-Nya, Kristus taat kepada Allah Bapa.
19. Jika Yesus adalah Tuhan menurut ajaran Paulus, mengapa Melkisedek yang memiliki kesetaraan dengan Yesus tidak menjadi Tuhan? (Jika Yesus adalah Tuhan, maka Melkisedek pasti Tuhan. Sebaliknya, jika Melkisedek bukan Tuhan, maka Yesus pun pasti bukan Tuhan).
Imam Agung Melkisedek dalam Perjanjian Lama merupakan gambaran samar- samar akan Kristus dalam Perjanjian Baru. Demikianlah Gereja membaca dan memahami Kitab Suci, yaitu bahwa apa yang dituliskan dalam Perjanjian Lama merupakan gambaran samar-samar akan apa yang akan digenapi dengan sempurna dalam Perjanjian Baru. Dengan demikian apa yang ditulis dalam Perjanjian Lama tidak sama persis ataupun setara dengan apa yang ada di dalam Perjanjian Baru. Oleh karena itu Melkisedek tidak setara dengan Kristus.
Imam Agung Melkisedek menjadi gambaran Kristus karena ia adalah Raja Salem (Salem artinya Damai sejahtera- Ibr 7:2) yang mempersembahkan roti dan anggur kepada Tuhan (lih. Kej 14:8); dan ini digenapi dan sempurna di dalam Kristus Sang Raja Damai yang mempersembahkan roti dan anggur yang kemudian diubah menjadi Tubuh dan Darah-Nya sendiri, demi menyelamatkan umat manusia. Imam Agung Melkisedek tidak melakukan yang terakhir ini yang dilakukan oleh Yesus, dan karena itu Ia bukan Tuhan yang menyelamatkan umat manusia.
20. Jika Yesus adalah Tuhan bagi umat Kristen, mengapa ia tidak pernah menurunkan satu kitab pun kepada umat Kristen sebagai pedoman hidup?
Justru karena Kristus adalah Tuhan maka Ia tidak menurunkan satu kitab-pun kepada umat-Nya. Para guru atau tokoh manusia menurunkan ilmu atau nasihatnya dalam sebuah/ beberapa kitab, namun Kristus bukanlah salah seorang dari antara mereka. Sebab Kristus sebagai Tuhan tidak terbatas dalam sebuah kitab atau beberapa kitab. Maka yang dipercayakan Kristus kepada Gereja (yaitu umat yang percaya kepada-Nya) adalah Diri-Nya sendiri sebagai Pribadi, termasuk ajaran-Nya yang tertulis dan lisan, dan segala yang dilakukan-Nya dan bahkan kehadiran-Nya sendiri, di dalam sakramen-sakramen Gereja. Semua inilah yang seluruhnya diturunkan kepada Gereja dan sampai sekarang dilestarikan terus oleh Gereja Katolik, untuk menjadi pedoman hidup dan bahkan sumber dan puncak kehidupan umat Kristiani.
Kitab Suci yang ditulis oleh banyak orang dari berbagai generasi selama ribuan tahun, yang secara khusus telah dipilih Allah untuk menuliskannya atas ilham Roh Kudus, namun semuanya mengarah kepada Kristus sebagai puncak penggenapan rencana keselamatan Allah, itu sendiri merupakan kesaksian yang hidup akan keotentikan Kitab Suci. Tentang kebenaran Kitab Suci sudah pernah ditulis di sini, silakan klik atau atas pertanyaan Apakah Kitab Suci dipalsukan Paulus, silakan klik di sini.
Selanjutnya tentang pertanyaan-pertanyaan lain yang senada, sudah pernah dibahas di artikel 9 Pertanyaan Kekristenan, silakan klik di sini.
Akhirnya, mari janganlah kita berpikir negatif bahwa mereka yang menanyakan hal-hal ini mau “menyerang” kita. Dapat terjadi mereka ini hanya bertanya, karena ingin mengetahui apa sesungguhnya jawaban pertanyaan-pertanyaan ini menurut ajaran iman kita.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
referensi:katolisitas .org
 12/03/2012

Komentar

Postingan Populer