Kain menikah dengan siapa? (part 1)
Telah diketahui dalam ingatan alkitabiah bahwa adalah suatu pertanyaan yang tersirat, yaitu sebuah pertanyaan fundamental yaitu:"kain menikah dengan siapa"?.
Mahaguru benediktus akan menanggapi pertanyaan dari naro marbun dan akan menjelaskan jawaban secara kompherensif terkoordinasi menyertakan dalil dalil alkitabiah. Sebagai seorang Theolog dan guru besar ilmu filsafat, theologhy, politik maka saya akan menjawab pertanyaan sahabat saya ini dengan hipotesis saya.
Siapakah Istri Kain
Image
Sebelum menjawab pertanyaan ini, kita perlu mempertimbangkan sembilan pokok utama yang tercatat di dalam Kitab kejadian :
1. Adam adalah manusia pertama (Kejadian 2:7, 18-19 bandingkan 1 Korintus 15:45).
2. Adam hidup selama 930 tahun (Kejadian 5:5).
3. Hawa diberi nama itu karena DIALAH YANG MENJADI IBU BAGI SEMUA YANG HIDUP (Kejadian 3:20)
4. Adam dan Hawa MEMPERANAKKAN ANAK-ANAK LELAKI DAN PEREMPUAN (Kejadian 5:4)
5. Segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik ketika pertama kali dijadikan (Kejadian 1:31).
6. Kebaikan ini telah dirusak ketika "dosa telah masuk ke dolam dunia oleh satu orang" (Roma 5:12 bandingkan Kejadian 3)
7. Penciptaan dikutuk oleh Allah (Kejadian 3: 17 bandingkan Roma 8:20-22) karena dosa Adam.
8. Abraham kawin dengan saudaranya perempuan seayah lain ibu. (Kejadian 20:12)
9. Hukum perkawinan dengan kerabat dekat berasal dari zaman Musa (Imamat 18:20)
Kesembilan pokok utama ini memberikan petunjuk yang mengisyaratkan bahwa Kain tentu telah mengawini saudara perempuannya sendiri.
Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, hanya merekalah manusia yang ada. Kitab Kejadian menceritakan asal usul mereka masing-masing yang khas, dan bagaimana mereka diperintahkan untuk berkembang biak dan memenuhi bumi (dengan keturunan mereka).
Sekalipun Adam dan Hawa mempunyai banyak anak laki-lakl dan perempuan, nama-nama yang kita ketahui hanya tiga : Rain, Habel dan Set. Yang tiga ini diblcarakan begitu rinei karena peristiwa-peristiwa penting yang kita perlu ketahui. Bagaimanakah rupa anak-anak yang lain? Alkitab mengatakan kepada kita bahwa keturunan Adam dan Hawa pergi dan membangun kota-kota. Misalnya, Kain pergi ke tanah Nod bersama istrinya dan membangun sebuah kota (Kejadian 4:16-17), membuat alat-alat musik (Kejadian 4:21), dan mengerjakan logam-logam (pekerjaan pandai besi) (Kejadian 4:22)
Jadi bagaimana hal ini memberitahukan kepada kita bahwa istri Rain adalah saudara perempuannya? Dalam Kejadian 3:20 kita membaca bahwa Hawa diberi nama itu karena dialah yang menjadi ibu dari SEMUA yang hidup, bukan hanya BEBERAPA yang hidup. Kemudian Kejadian 5:4 memberitahukan kepada kita bahwa Adam dan Hawa mempunyai anak laki-laki dan perempuan. Sebenarnya, menu rut adat-istiadat Yahudi bahwa mereka mempunyai 33 anak laki-laki dan 23 anak perempuan! (Catatan : Angka ini diberikan di dalam terjemahan William Whitson tentang Josephus - Complete Works, Antiquities III, 1, P 27.) Jangan lupa: Adam hidup sampai 930 "tahun, maka terdapat banyak waktu! Juga cukup jelas dari Injil bahwa Adam adalah manusia pertama (1 Korintus 15:45).
Kita dapat simpulkan bahwa kedua orang pertama, yang langsung diciptakan atas perbuatan Allah, mempunyai banyak anak - laki-laki dan perempuan. Kemudian dengan jelas menunjukkan, anak laki-laki harus mengawini anak-anak perempuan untuk terjadinya generasi berlkutnya, Istri Kain pasti adalah kerabat yang sangat dekat sekali!
Banyak orang dengan segera menolak kesimpulan ini dengan mengacu kepada hukum perkawinan antara saudara laki-laki dan saudara perempuan. Namun demikian, hukum ini baru dimulai pada zaman Musa (Imamat 18:20). Ingatlah bahwa Abraham, yang hidup selama 400 tahun sebelum Musa, menikah dengan saudara tirinya satu ayah lain ibu. Tetapi bagaimana hal ini dapat terjadi, terutama dengan mempertimbangkan kenyataan bahwa saudara laki-lakl dan saudara perempuan belakangan ini saja tidak diperkenankan oleh hukum untuk menikah dan mempunyai anak, karena keturunannya mungkin akan menjadi cacat?
Adalah benar bahwa anak-anak yang dihasilkan sebagai akibat perkawinan antara saudara laki dan saudara perempuan mungkin lahir cacat. Sebenamya, semakin dekat hubungan kerabat pasangan itu, semakin mungkin pula bahwa keturunannya akan cacat. Mudah sekali bagi orang awam untuk mengerti hal ini tanpa sampai detail secara tehnis. Setiap orang mewarisi gen dari ibu dan ayahnya. Sayang sekali, dewasa ini gen-gen ini berisi banyak kesalahan, dan kesalahan-kesalahan ini tampak dalam berbagai cara. Misalnya, beberapa orang membiarkan rambutnya tumbuh sampai menutupi kupingnya untuk menyembunyikan kenyataan bahwa satu kuping lebih rendah daripada yang lain, atau barangkali hidung seseorang tidak berada tepat di tengah wajahnya; mungkin rahang seseorang sedikit tidak berbentuk, dan lain sebagainya. Biarlah kita menghadapinya, alasan utama bahwa kita menamakan satu sama lain normal ialah karena persamaan kita untuk berbuat demikian!
Semakin dekat hubungan antara dua orang, semakin mungkin bahwa mereka akan membuat kesalahan yang sarna di dalam gen. Oleh sebab itu, saudara laki-laki dan saudara perempuan mungkin membuat kesalahan yang sama dalam bahan gen mereka. Apabila diadakan penyatuan antara keduanya ini untuk menghasilkan keturunan, maka seorang anak akan mewarisi satu perangkat gen dari masing-masing orang tuanya. Oleh karena gen itu mungkin mempunyai kesalahan yang sarna, kalau kesalahan ini dipadukan bersama dan berakibat timbulnya cacat pad a anak-anak itu.
Sebaliknya, orang tua yang hubungan kekerabatannya satu sama lain lebih jauh, barangkali mereka mempunyai kesalahan yang berbeda dalam gen mereka. Anak-anak yang mewarisi satu perangkat gen dari masing-masing orangtuanya, barangkali akan mengakhiri beberapa perangkat gen yang berisi hanya satu gen yang jelek didalam setiap perangkat. Gen yang baik kemudian cenderung untuk menolak gen yang tidak baik sehingga cacat yang serius bagaimanapun tidak akan terjadi. Misalnya seseorang mungkin mempunyai kuping yang hanya sedikit bengkok daripada cacat secara total !
Tetapi kenyataan dari penghidupan zaman sekarang ini tidak berlaku bagi Adam dan Hawa. Ketika keduanya diciptakan, mereka adalah sernpurna. Segala sesuatu yang dijadikan Allah itu sungguh amat baik (Kejadian 1:30). Hal ini berarti bahwa gen mereka adalah sempuma. Tetapi ketika dosa masuk ke dunia (karena Adam), Allah mengutuk dunia sehingga penciptaan yang sempuma itu kemudian menjadi merosot, yaitu menderita kematian dan menjadi busuk (Roma 1:22) Melalui kurun waktu yang sangat lama, generasi ini tentu menimbulkan akibat segala jenis kesalahan di dalam bahan gen pada makhluk hidup. Lebih-lebih, generasi yang demikian khususnya dipercepat setelah terjadinya Banjir pada zaman Nuh, yang disebabkan oleh keadaan iklirn yang lebih kasar yang berlaku pasca Banjir. Sebagai contoh, pasti ada jumlah yang lebih besar radiasi kosmik yang berbahaya yang masuk dan menyebabkan mutasi (istilah teknis untuk kecelakaan, kerusakan, dan kesalahan-kesalahan [Misalnya kesalahan mengkopi] di dalam gen-gen [informasi keturunan]). Mutasi demikian setelah terjadi lalu diteruskan pada generasi berikutnya, dan demikianlah kesalahan-kesalahan ini terhimpun dalam populasi sejalan dengan berlalunya waktu.
Tetapi Kain adalah anak pertama yang dilahirkan. Sebenamya ia pasti tidak menerima gen yang tidak sempurna dari Adam dan Hawa, begitu juga anak-anak Adam dan Hawa yang lain. Dalam situasi yang demikian itu, saudara laki-laki dan saudara perempuan tentu boleh kawin tanpa adanya potensi untuk menghasilkan keturunan yang cacat.
Menjelang zaman Nabi Musa (kira-kira 2,500 tahun kemudian), kesalahan-kesalahan yang memerosotkan telah terhimpun sampai tingkat sedemikian rupa di dalam ras manusia sehingga perlu bagi Allah untuk memberikan hukum-hukum perkawinan antar saudara laki-Iaki dan saudara perempuan ( dan kerabat dekat) (Imamat 18:20). Secara keseluruhan, tampaknya ada tiga alasan yang saling terkait untuk memberikan hukum-hukum ini :
1. Sebagaimana telah kita bicarakan, ada kebutuhan untuk melindungi terhadap adanya potensi yang bertambah untuk menghasilkan keturunan yang cacat;
2. Di samping kendala yang nyata bagi semua orang, hukum-hukum ini bersifat menolong dalam mempertahankan bangsa Yahudi supaya kuat, sehat dan sesuai dengan tujuan-tujuan Allah;
3. Hukum-hukum itu merupakan alat untuk melindungi pribadi, struktur keluarga, dan masyarakat luas. Kerusakan psikologis yang disebabkan oleh hubungan perkawinan antar saudara tak dapat dikurangi. Orang hanya dapat memandang pada masyarakat kita sendiri untuk mengenali kenyataan ini.
I
Kitab Kejadian adalah catatan Allah Yang hadir pada waktu sejerah terjadi. Kitab Kejadian itu adalah Firman Allah yang mengetahui segala sesuatu, dan yang menjadi Saksi terpercaya dari masa lalu. Dengan demikian, ketika kita menggunakan Kitab Kejadian sebagai dasar untuk mengerti sejarah, kita dapat mengerti bukti yang sebaliknya akan menjadi suatu misteri. Anda mengetahui, apabila evolusi itu benar, ilmu pengetahuan bahkan akan menghadapi suatu masalah yang lebih besar untuk diterangkan daripada istri Kain, yaitu bagaimana manusia itu dapat berkembang dengan mutasi pada awal-mulanya, karena proses yang berdasarkan hal itu tentu akan membuat anak-anak setiap orang menjadi cacat? Kenyataan yang ada bahwa sekalipun suadara laki-laki dan saudara perempuan dapat menghasilkan keturunan yang sebagian besar tidak cacat adalah suatu kesaksian tentang penciptaan, dan bukan evolusi.
Dari Mana Kain Mendapatkan Istri?
▪ ”Jika Adam dan Hawa punya dua putra, Kain dan Habel, dari mana istri Kain?” Meski orang-orang yang skeptis terhadap Alkitab sering mengajukan pertanyaan ini sebagai jebakan, Alkitab menyediakan cukup banyak perincian untuk memperoleh jawaban yang memuaskan.
Kejadian pasal 3 dan 4 memberitahukan informasi berikut: (1) Hawa adalah ”ibu dari setiap orang yang hidup”. (2) Ada selang waktu antara kelahiran Kain dan peristiwa ketika persembahannya ditolak Allah. (3) Setelah diusir dan menjadi ”pengembara dan pelarian”, Kain khawatir bahwa ’siapa pun yang menemukan dia’ akan berupaya membunuhnya. (4) Allah menetapkan tanda untuk melindungi Kain, yang menunjukkan bahwa saudara kandung atau kerabatnya yang lain boleh jadi berupaya membunuhnya. (5) ”Kemudian”, Kain melakukan hubungan dengan istrinya di ”tanah Pelarian”.—Kejadian 3:20; 4:3, 12, 14-17.
Dari keterangan di atas, kita dapat dengan benar menyimpulkan bahwa istri Kain adalah keturunan Hawa yang lahir pada waktu yang tidak diketahui. Kejadian 5:4 menyatakan bahwa selama 930 tahun kehidupannya, Adam ”memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan”. Dan, Alkitab tidak secara spesifik mengatakan bahwa istri Kain adalah anak perempuan Hawa. Malah, fakta bahwa dia disebutkan setelah pengusiran Kain menunjukkan bahwa waktu telah berlalu cukup lama sehingga dia mungkin saja salah seorang cucu perempuan Adam dan Hawa. Maka, The Amplified Old Testament menyebut istri Kain sebagai ”salah seorang keturunan Adam”.
Komentator Alkitab abad ke-19 Adam Clarke menduga bahwa tanda dari Allah, karena Kain merasa takut, ditetapkan mengingat sudah ada beberapa generasi keturunan Adam—cukup banyak ”untuk membentuk sejumlah desa”.
Pernikahan Kain dengan adik perempuannya atau keturunan Adam yang lahir belakangan melalui perkawinan putra putri Adam merupakan hal yang tidak berterima dalam beberapa masyarakat dewasa ini. Mereka biasanya menganggap hal itu tabu atau takut keturunannya akan cacat. Namun dalam The Narrated Bible in Chronological Order, F. LaGard Smith menjelaskan, ”Sangat mungkin bahwa kakak beradik yang mula-mula ini menikah dengan satu sama lain, meskipun generasi-generasi berikutnya menganggap hal itu tidak pantas.” Selain itu, patut diperhatikan bahwa setelah Musa menerima hukum Allah untuk bangsa Israel pada 1513 SM, barulah hubungan seks antarkerabat dekat secara spesifik dilarang.—Imamat 18:9, 17, 24.
Dewasa ini, kita sudah ribuan tahun jauhnya dari kesempurnaan yang pernah dimiliki orang tua kita yang pertama. Faktor genetik dan keturunan yang berdampak atas kita bisa jadi tidak memengaruhi mereka. Selain itu, penelitian baru-baru ini, sebagaimana diterbitkan dalam Journal of Genetic Counseling, memperlihatkan bahwa perkawinan antarsepupu berisiko lebih rendah punya anak cacat daripada yang umumnya dipercayai. Masuk akal jika hal tersebut tidak menjadi masalah serius selama jangka hidup Adam atau bahkan sebelum zaman Nuh. Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa istri Kain adalah salah seorang kerabatnya.
Mari kita selidiki Kejadian 4:1-3
4:1 LAI TB. Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
KJV, And Adam knew Eve his wife; and she conceived, and bare Cain, and said, I have gotten a man from the LORD.
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
וְהָאָדָם יָדַע אֶת־חַוָּה אִשְׁתֹּו וַתַּהַר וַתֵּלֶד אֶת־קַיִן וַתֹּאמֶר קָנִיתִי אִישׁ אֶת־יְהוָה׃
Translit interlinear, VEHA'ADAM {dan manusia itu} YADA {ia telah mengenal} 'ET-KHAVAH {kepada hawa} 'ISHTO {istrinya} VATAHAR {dan dia mengandung} VATELED {dan dia melahirkan} 'ET-QAYIN {pada kain} VATOMER {dan dia berkata} QANITI {aku telah mendapat/ memperoleh, Verb Qal Perfect 1st Com. Sing.} 'ISH {seorang laki2} 'ET-YEHOVAH (dibaca 'Adonay, (dari) TUHAN)
4:2 LAI TB, Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain
KJV, And she again bare his brother Abel. And Abel was a keeper of sheep, but Cain was a tiller of the ground.
Hebrew,
תֹּסֶף לָלֶדֶת אֶת־אָחִיו אֶת־הָבֶל וַיְהִי־הֶבֶל רֹעֵה צֹאן וְקַיִן הָיָה עֹבֵד אֲדָמָה׃
Translit interlinear, VATOSEF {dan dia selanjutnya} LALEDET {melahirkan} 'ET-'AKHIV {pada saudara laki2nya} 'ET-HAVEL {yaitu habel} VAYEHI-HEVEL {dan habel menjadi} RO'EH {seorang gembala} TSON {kambing/ domba} VEQAYIN {dan kain} HAYAH {dia menjadi} 'OVED {pekerja/ petani} 'ADAMAH {pada tanah}
4:3 LAI TB, SETELAH BEBERAPA WAKTU LAMANYA, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
KJV, And in process of time it came to pass, that Cain brought of the fruit of the ground an offering unto the LORD.
Hebrew,
וַיְהִי מִקֵּץ יָמִים וַיָּבֵא קַיִן מִפְּרִי הָאֲדָמָה מִנְחָה לַיהוָה׃
Translit interlinear, VAYEHI {dan ia menjadi} MIQETS YAMIM {dari akhir hari-hari} VAYAVE {dan dia membawa} QAYIN {kain} MIP'RI {pada hasil} HA'ADAMAH {tanah} MIN'KHAH {sebagai persembahan} LA'YEHOVAH (dibaca La'Adonay, kepada TUHAN)
Yang menjadi pertanyaan: Berapa lamakah tenggang waktu sejak Kain dilahirkan hingga ungkapan "setelah beberapa waktu lamanya" dalam ayat 3 ini? Berapakah usia Kain pada waktu itu?
Naskah Ibrani menulis "vayhï miqêsts yâmïm", harfiah "dan - ia menjadi - dari akhir - hari-hari",
Terjemahan Static King James Version menulis, "and in process of time it came to pass".
Ada yang menafsirkan pada akhir dari tujuh hari, pada akhir minggu, atau pada hari Sabat. Jelas bukan hanya satu atau dua tahun, mungkin memakan waktu belasan atau bahkan puluhan tahun karena mereka telah dewasa.
Ungkapan "vayehi miqets yamin" ini terkadang bermakna bertahun-tahun
seperti dalam ayat ini:
* Hakim-hakim 11:4
LAI TB, Beberapa waktu kemudian bani Amon berperang melawan orang Israel.
KJV, And it came to pass in process of time, that the children of Ammon made war against Israel.
Hebrew,
וַיְהִי מִיָּמִים וַיִּלָּחֲמוּ בְנֵי־עַמֹּון עִם־יִשְׂרָאֵל׃
Translit onterlinear, VAY'HÏ {dan menjadi} MÏYÂMÏM {dari hari-hari} VAYILÂKHAMÛ {dan mereka berperang} VENÊY-'AMON {anak-anak Amon} 'IM-YIS'RÂ'ÊL {dengan Israel}
Kembali kepada konteks Kejadian 4:1-3 di atas, jelas ada ruang waktu antara ayat 2 dan 3 seperti telah saya tanggapi di atas.
Yang menjadi pertanyaan: berapakah usia Kain pada waktu itu?
Alkitab jarang menulis kelahiran anak perempuan, kalau pun ditulis terkadang tidak disebut namanya.
Kita tidak tahu kapan Sarai dilahirkan dan anak siapakah dia, dan lain-lain. Apakah benar saat pembunuhan Habel itu hanya ada Adam dan Hawa saja? Bandingkan saja bahwa Set -- pengganti Habel – lahir setelah Adam berusia 130 tahun!
* Kejadian 5:3
LAI TB, Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
KJV, And Adam lived an hundred and thirty years, and begat a son in his own likeness, and after his image; and called his name Seth:
Hebrew,
וַיְחִי אָדָם שְׁלֹשִׁים וּמְאַת שָׁנָה וַיֹּולֶד בִּדְמוּתֹו כְּצַלְמֹו וַיִּקְרָא אֶת־שְׁמֹו שֵׁת׃
Translit interlinear, VAYKHÏ {dan ia hidup} 'ÂDÂM {Adam} SHELOSYÏM {tiga puluh} ÛME'AT {dan seratus} SHÂNÂH {tahun} VAYÕLED {dan ia memperanakkan} BIDMÛTÕ {pada rupanya} KETSAL'MÕ {seperti gambarnya} VAYIQ'RÂ' {dan ia memanggil} 'ET-SHEMÕ {namanya} SHÊT {Set}
Manusia zaman sekarang -- jika mencapai usia seratus tiga puluh tahun -- sudah memiliki anak, cucu, bahkan cicit. Jadi peristiwa pembunuhan Habel itu diperkirakan hampir 130 tahun setelah penciptaan manusia, janggal rasanya jika seandainya tidak ada keturunan Adam lainnya.
Pada saat Kain membunuh Habel, dunia telah diciptakan selama ± 120 tahun, keluarga Adam dan Hawa serta putra-putra mereka pasti telah berkembang, ada yang memperkirakan jumlah mereka mencapai 32.000 orang pada masa itu dalam kehidupan Kain.
Kain dapat saja menikah dengan anak perempuan Adam lainnya yang tidak saudara kembar dengannya. Ada pula yang menceritakan bahwa Kain membunuh Habel gara-gara merebut isteri Habel. Penulis Arab Abulpharag dalam bukunya History of Dynasty, halaman 4, Patricides apud Selden, de Jure Nat. & Gent., menulis Adam menyuruh Kain menikahi adik kembar Habel yang bernama Awin, dan Habel menikahi adik kembar Kain yang bernama Azron, tetapi Kain tidak bersedia karena adik kembarnya ternyata cantik luar biasa, akhirnya terjadilah pertengkaran yang menyebabkan terbunuhnya Habel. Menurut Alkitab, pertengkaran itu bukan gara-gara perempuan, tetapi gara-gara persembahan korban bakaran.
INCEST :atau perkawinan sedarah
Perkawinan sedarah atau 'incest' barangkali hanya terjadi pada generasi yang pertama atau kedua saja. Kita tahu bahwa Adam dan Hawa mempunyai lagi anak-anak laki-laki dan perempuan selain Kain, Habel, dan Set. Jika hanya ada satu keluarga asli, maka pernikahan mula-mula haruslah antara saudara lelaki dan saudara perempuan. Pernikahan demikian pada mulanya tidak berbahaya. Waktu jaman Adam dan Hawa, Incest tidak dilarang karena waktu Tuhan menciptakan manusia, Tuhan menciptakan manusia dalam keadaan baik, sehat, sempurna.
Incest berbahaya sebab mewarisi sel keturunan yang berubah yang menghasilkan anak-anak yang cacat, sakit, atau dungu, dan tentunya akan dinyatakan dalam diri anak-anak kalau orang tuanya sama-sama mewariskan sel-sel tersebut. Sudah pasti Adam dan Hawa datang dari tangan Allah yang sudah menciptakan mereka tidak mempunyai sel-sel demikian. Itu sebabnya pernikahan antara saudara lelaki dan perempuan atau kemenakan lelaki dan perempuan dari generasi pertama dan kedua sesudah Adam dan Hawa tidak berbahaya.
Pada zaman Nuh, diperkirakan incest tidak terjadi lagi karena umat manusia sudah banyak. Setelah Air Bah pun, manusia yang ada sudah terdiri atas tiga keluarga, Sem, Ham, dan Yafet, beserta isteri mereka masing-masing. Keturunan Sem tentu saja boleh menikah dengan keturunan Ham atau Yafet.
'Incest' secara resmi baru dilarang di era Musa pada khususnya dan Perjanjian Lama pada umumnya, yang sering dikatakan sebagai 'incest' (Ibrani: 'zamah') adalah hubungan jasmani antara ayah dan anak perempuan, anak dengan gundik ayahnya, mertua dengan menantu, seorang laki-laki dengan saudara kandungnya yang perempuan (kakak atau adik), dengan adik ipar, dengan mertua perempuan, dengan adik dari istri sendiri, banyak contoh-contoh di dalam Alkitab misalnya Imamat 20:21.
Akibat manusia jatuh dalam dosa, sakit penyakit pun mulai ada. termasuk sakit penyakit yang berasal dari recessive genes. Karena kemungkinan pertemuan Gen antara unsur lemah ketemu unsur lemah atau unsur dominan-ketemu dominan, pertemuan atara faktor resesif kemungkinan ketemunya lebih tinggi, karena satu garis yang bisa menyebabkan cacat pada anak yang diturunkannya, sumbing, cebol, idiot, lumpuh, dll.
Jauh sebelum ilmu pengetahuan Tentang recessive genes ini diketahui manusia, Tuhan sudah terlebih dahulu melarang perkawinan antara saudara sedarah (incest) untuk menghindari hal diatas.
Dari tesis pertama saya diatas maka dapat disimpulkam berdasarkan garis besar
Alkitab tidak secara khusus mengatakan siapakah istri Kain. Satu-satunya kemungkinan istri Kain adalah saudaranya sendiri atau keponakan perempuannya.
Alkitab tidak mengatakan berapa umur Kain saat dia membunuh Habel (Kejadian 4:8). Karena keduanya adalah petani, mungkin sekali keduanya saat itu sudah dewasa, dan mungkin masing-masing telah berkeluarga.
Pada waktu Habel dibunuh, Adam dan Hawa pasti punya anak-anak lain selain Kain dan Habel, dan jelas sekali mereka punya lebih banyak lagi anak di kemudian hari (Kejadian 5:4).
Fakta bahwa Kain ketakutan setelah dia membunuh Habel (Kejadian 4:14) mengindikasikan bahwa mungkin sekali pada waktu itu ada banyak anak, dan mungkin cucu dan cicit dari Adam dan Hawa. Istri Kain (Kejadian 4:17) sangat mungkin anak atau cucu dari Adam dan Hawa.
Karena Adam dan Hawa adalah manusia pertama (dan satu-satunya), anak-anak mereka tidak punya pilihan selain selain saling menikahi. Allah tidak melarang pernikahan antar anggota keluarga sampai ketika sudah cukup banyak manusia sehingga pernikahan antar anggota keluarga tidak diperlukan lagi (Imamat 18:6-18).
Inses (pernikahan antar saudara) sering mengakibatkan kelainan genetika pada anak-anak karena ketika dua orang dengan gen yang sama (saudara laki-laki dan saudara perempuan) menikah, berhubung gen mereka sendiri sudah memiliki cacat yang sama, anak-anak mereka akan mengalami kelainan genetika.
Ketika pasangannya berasal dari keluarga yang berbeda, sangat kecil kemungkinan bahwa keduanya memiliki cacat genetika yang sama. Setelah berabad-abad, kode genetika manusia semakin lama semakin “terpolusi,” seiring dengan berlipat gandanya cacat genetika yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Adam dan Hawa tidak memiliki cacat genetika sehingga memungkinkan mereka dan beberapa generasi mula-mula untuk memiliki kualitas kesehatan melebihi apa yang sekarang kita miliki. Anak-anak Adam dan Hawa hanya memiliki sedikit, kalaupun ada, cacat genetika. Karena itu mereka bisa menikahi anggota keluarga dengan aman.
Kelihatannya aneh, bahkan menjijikkan, saat memikirkan bahwa istri Kain adalah saudara perempuannya sendiri. Pada awalnya, ketika Allah menciptakan seorang pria dan seorang wanita, generasi yang kedua tidak punya pilihan selain saling menikahi anggota keluarga.
Demikian penjelasan saya sebagai guru besar sekaligus Theolog, semoga saudara naro marbun dapat memahaminya
Komentar
Posting Komentar